galon air buat boks

Sebenernya ide ini muncul karena kurang dana, waktu buat beli atau bikin boks beneran, atau memang karena kurang kejaan kali…. hehehe…. Tapi mungkin nggak juga yah, karena saat buat boks ini, sebenarnya saya masih dikejar – kejar ama “ide” yang harus dituangkan kedalam kertas (kata temen2 “paper” tapi kalo dibilang paper agak aneh juga dengernya karena paper artinya kertas, dan kertas belum tentu ada tulisannya). BTW, idenya datang karena buat sebuah subwoofer, agar suara bassnya keluar, diperlukan boks resonansi (gak tau istilah pastinya).

Dulu waktu SMA sempet buat sendiri boks, dan hasilnya mengecewakan. Setting boksnya gak tepat, banyak bocornya, sambungan yang renggang, dll. Jadi suara yang keluar sering kali gak “bulat” karena banyak “suara tambahan” sumbangan dari boks yang gak karuan. Karena udah kesel sama suaranya jadi boks, power, dan sub-nya disimpan digudang aja. Nah, karena ternyata adik pengen pake itu power dan sub, karena kurang kerjaan (kurang duit juga buat beli boks), kepikiran buat bikin dari galon air minum. Iya, Sub-nya pake merk ”tango” dan powernya merk ”audison”. Gak kenal yah? Namanya juga paket ekonomis.

Secara teori, ada hitungan volume boks yang baik buat sub 10 inch, dan ada tipe boks yang cocok untuk mengeluarkan bass yang ”nendang” atau ”lembut”. Yah, karena baru coba – coba jadi semua teori di masukkin ke dalam lemari dulu. Langsung tancap dan bikin aja. Alat yang dipake juga sederhana, cukup sediain galon air yang bekas, gergaji besi buat bikin lubang sub-nya, dan silicon sealer buat nutup yang bocor dari sambungan boks galon ama sub. Ternyata hasil yang didapatkan dengan menggunakan boks ini lumayan. Suara bas yang keluar lumayan kuat buat didalam mobil. Paling enak kalo denger lagu jazz. Yah, dibanding dengan biaya yang dikeluarin, cukup memuaskan deh… Cuma, karena belom sempet mikirin dudukan buat galonnya, kalo jalan si boks suka goyang, dan ngeluarin suara yang lumayan ganggu…. :p Kalo ada waktu kosong ntar mo dibikinin dudukannya dan itung – itungan teorinya. Mungkin galonnya perlu disetting lagi biar suaranya tambah asik. :))


Sistem informasi merupakan sistem pengolahan data menjadi informasi yang berkualitas dan digunakan untuk membantu memberikan solusi dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Sistem informasi memiliki input berupa data dan output berupa laporan atau kalkulasi. Sistem informasi akan memproses input menggunakan teknologi seperti komputer untuk menghasilkan output yang akan diberikan kepada pengguna atau kepada sistem lain menggunakan jaringan elektronik. Sistem informasi pada prakteknya tidak dapat dipisahkan dengan penggunaan komputer untuk membantu pengolahan data yang kompleks dalam sebuah organisasi. Continue reading ‘Sistem Informasi ?’


setelah berhari – hari mencari nama yang tepat, akhirnya kami memberi nama izzuni raneea hakim sebagai nama anak kedua kami. Mudah – mudahan nia menjadi anak yang memberikan nilai lebih bagi orang – orang di sekitarnya.


adek

Pada hari kamis yang lalu, 7 Februari 2008, telah lahir putri kedua kami pada jam 11.20 siang di rumah sakit hasan sadikin bandung. Alhamdulillah persalinan berjalan lancar dan normal dibantu oleh dokter anita.


tampak hasil

Biasanya kalo tinta yang ada di dalam cartridge sudah habis, saya mengisi ulang tinta dengan cara disuntik. Bagian atas cartridge di lubangi, trus diisi dengan tinta. Mungkin cara ini banyak dilakukan temen2. Yah, dari pada beli baru seharga 150rb-an untuk PG-40 (hitam) dan 190rb-an untuk PG-41(warna), isi ulang dengan cara disuntik jauh lebih hemat. Masalah yang sering saya temui, kalo udah di isi ulang sering kali kualitas warna yang dihasilkan berkurang. Bahkan warna merah, biru, atau kuning gak keluar sama sekali. Jadi gak bisa lagi print foto – foto. Pengen beli kit infus untuk printer ini juga susah (gak tau sekarang udah ada yang jual belom?). Nah, kebetulan dirumah ada kit infus bekas printer Epson yang gak kepake lagi, akhirnya coba – coba dipasang di iP1200. Setelah dicoba seminggu, hasil printnya masih seperti yang asli. Continue reading ‘Merakit sendiri infus untuk Canon iP1200’


wuih….  gak terasa semester 1 udah lewat. Walaupun hasilnya masih kurang memuaskan, tapi apa boleh buat semua sudah berlalu. Yang penting gimana supaya semester depan ini bisa lebih baik lagi!!! (klise banget  ya 😀 hehehe…….)


Setelah dipake lebih dari satu tahun, ternyata printer canon ip1200 ku error karena waste ink-nya penuh. dikira dalam printer ada sensor yang mendeteksi ketinggian tinta, ternyata setelah dibongkar gak ada. yah… udah capek2 belum bener juga printernya. paling gak bisa bersihin bagian dalem printer dari tinta.

Penasaran dan setelah browsing sana sini, ketemu software untuk reset waste ink levelnya. ternyata waste ink level tersimpan di bios printernya. setelah direset pake software reseter beres dah. untuk download software-nya bisa download disini.

selamat mencoba.